Wednesday, November 23, 2016

Macam-Macam Profil dan Bentuk Baja

Selamat siang para pembaca sekalian berjumpa lagi dengan saya di blog tentang bangunan ini,apa kabar kalian semua? semoga semua dalam lindungan tuhan yang masa esa . Pada kesempatan kali ini mari sama-sama kita bahas profil dan Macam-macam Jenis Baja Struktural . ada beberapa jenis baja struktural yang mungkin kalian semua belum tau . dari pada kelamaan lebih baik langsung kita bahas disini aja .


  • Wide Flange ( WF )


baja wide flange


Baja Wide Flang atau kebanyakan orang baja WF atau baja H-beam ini biasa digunakan untuk membuat sebuah kolom , balok , tiang pancang , top & bottom chord  member pada truss , composite beam atau coloum , kanti liverkanopi , dan masih banyak lagi kegunaan nya.


Ada pun istilah lain dalam menyebutkan baja Wide Flange (WF): IWF, WF, H-Beam, UB, UC, balok H, balok I, balok W.
Ada pun ukuran dari baja WF bisa di liat dalam tabel di bawah ini 

Tabel ukuran baja Wide Flange (WF)

  •  U Channel ( Kanal U , UNP )


Baja Channel atau UNP ini punya kegunaan yang hampir sama dengan baja WF , kecuali untuk kolom jarang baja UNP ini jarang digunakan karena struktur nya yang mudah mengalami tekukan disetiap sisi nya.
bukan hanya baja WF yang mempunya istilah lain baja UNP jug punya istilah lain ini lah istilah lain baja UNP: Kanal U, U-channel, Profil U
Ada pun Ukuran baja UNP seperti dalam tabel dibawah ini .
Tabel Ukuran Channel U (UNP)

  • C Channel ( Kanal C, CNP )

Baja channel C (CNP) Biasa digunakan untuk : purlin (balok dudukan penutup atap), girts (elemen yang memegang penutup dinding misalnya metal sheet, dll), member pada truss, rangka komponen arsitektural.
Istilah lain : balok purlin, kanal C, C-channel, profil C
Ada pun ukuran baja CNP bisa kita lihat pada tabel dibawah ini .
Ukuran Baja Channel C (CNP)




  • RHS (Rectangular Hollow Section) – cold formed ( Hollow Persegi  )




 Baja jenis ini biasa digunakan untuk komponen rangka arsitektural (ceiling, partisi gipsum, dll), rangka dan support ornamen-ornamen non struktural.
ada pun istilah lain : besi hollow (istilah pasar), profil persegi, profil
Ukuran baja jenis ini bisa kita lihat pada tabel dibawah ini.
Tabel Ukuran Hollow


5. SHS (Square Hollow Section) – cold formed ( Hollow Kotak )


Baja ini kegunaan dan istilah lain hampir sama dengan RHS.
Ada pun ukurannya dapat di lihat pada tabel di bawah ini .
tabel baja shs


6. Steel Pipe ( Pipa Baja, Pipa Hitam, Pipa Galvanis, Pipa Seamless, Pipa Welded )

 Penggunaan : bracing (horizontal dan vertikal), secondary beam (biasanya pada rangka atap), kolom arsitektural, support komponen arsitektural (biasanya eksposed, karena bentuknya yang silinder mempunyai nilai artistik)
Istilah lain : steel tube, pipa hitam, pipa galvanis

Sumber : http://bangunandasar.blogspot.co.id/2015/05/macam-macam-profil-baja-struktural-dan.html

Solusi Memperbaiki Beton yang Retak

Bagaimanakah caranya memperbaiki kembali balok beton yang telah retak? Walaupun sudah dikerjakan sebaik mungkin, kerusakan pada beton tidak bisa dipungkiri. Selain karena tenaga pembuatnya yang kurang terampil, kerusakan juga dapat disebabkan oleh penggunaan bahan bangunan yang berkualitas rendah. Meningkatkan kekuatan struktur balok beton tersebut diklaim merupakan solusi yang tepat guna meminimalisir terjadinya risiko ini.
Berdasarkan sifatnya, keretakan pada balok beton dapat dikelompokkan menjadi keretakan yang tidak membahayakan, keretakan sedang, dan keretakan yang membahayakan. Biasanya keretakan yang timbul mempunyai pola vertikal dan pola diagonal. Beberapa keretakan struktur juga kerap diselingi dengan retak-retak rambut di sekelilingnya.
Sedangkan menurut penyebab terjadinya keretakan, keretakan pada balok beton ini bisa dibedakan menjadi 2 macam yaitu retak lentur dan retak geser. Retak lentur ditandai dari pola retakan yang berbentuk vertikal atau tegak yang biasanya disebabkan oleh ketidakmampuan balok beton dalam menopang beban. Retak geser memiliki pola keretakan yang berbentuk diagonal atau miring, dan umumnya terjadi setelah balok mengalami retak lentur tetapi tidak segera diperbaiki. Sementara itu, retak rambut merupakan keretakan yang berukuran sangat kecil dan umumnya ditimbulkan oleh pengaruh cuaca ekstrim.
Keretakan pada balok beton harus sesegera mungkin diperbaiki dengan benar. Jika tidak, tentu balok beton tersebut tidak akan mampu lagi menopang beban sehingga bangunan menjadi tidak aman. 
Solusi Pertama
Solusi yang pertama ini bisa digunakan untuk struktur balok beton yang dibangun di atas dinding. Caranya yaitu dengan membuat kolom-kolom berukuran relatif kecil sebagai penopang balok tersebut. Bisa juga memanfaatkan tiang-tiang sebagai penyangganya. Di samping untuk mempertahankan kedudukan balok beton, metode ini juga berfungsi untuk meneruskan beban bangunan dari balok beton menuju ke struktur di bagian bawahnya.
Solusi Kedua
Solusi kedua dapat diaplikasikan jika pembangunan kolom atau tiang tidak mungkin dilakukan untuk menopang balok beton yang telah retak. Prinsipnya yakni dengan menambal keretakan dan meningkatkan kekuatan dari balok tersebut. Adapun caranya ialah dengan memberikan injeksi epoxy ke dalam balok yang retak. Setelah itu lakukan pembesaran dimensi balok beton dengan penguatan di bagian eksternalnya. Dengan begini, beton tersebut pun sudah tidak retak dan lebih kuat dalam menahan beban.
Solusi Ketiga
Solusi ketiga ditujukan untuk keretakan yang berukuran tidak terlalu besar. Dengan memperbaiki keretakan balok beton memakai solusi yang tepat, Anda dapat menghemat biaya perbaikannya. Caranya mudah sekali, Anda cukup menambal plesteran yang retak saja. Perbaikan ini dimaksudkan untuk menutup keretakan sekaligus menghindarkan risiko tulangan besi mengalami korosi.

Sumber : http://arafuru.com/sipil/3-solusi-memperbaiki-balok-beton-yang-retak.html

Macam Macam Proses dan Jenis Jenis Pengelasan

Berdasarkan Panas Listrik

SMAW (Shield Metal Arch Welding) 
SMAW (Shield Metal Arch Welding)  adalah las busur nyala api listrik terlindung dengan mempergunagakan busur nyala listrik sebagai sumber panas pencair logam. Jenis ini paling banyak dipakai dimana–mana untuk hampir semua keperluan pekerjaan pengelasaan. Tegangan yang dipakai hanya 23 sampai dengan 45 Volt AC atau DC, sedangkan untuk pencairan pengelasan dibutuhkan arus hingga 500 Ampere. Namun secara umum yang dipakai berkisar 80 – 200 Ampere.

Macam Macam Proses dan Jenis Jenis Pengelasan

SAW (Submerged Arch Welding) 
SAW (Submerged Arch Welding) adalah las busur terbenam atau pengelasan dengan busur nyala api listrik. Untuk mecegah oksidasi cairan metal induk dan material tambahan, dipergunakan butiran–butiran fluks / slag sehingga bususr nyala terpendam di dalam ukuran–ukuran fluks tersebut

ESW (Electro Slag Welding)
ESW (Electro Slag Welding) adalah pengelasan busur terhenti, pengelasan sejenis SAW namun bedanya pada jenis ESW busurnya nyala mencairkan fluks, busur terhenti dan proses pencairan fluk berjalan terus dam menjadi bahan pengantar arus listrik (konduktif). Sehingga elektroda terhubungkan dengan benda yang dilas melalui konduktor tersebut. Panas yang dihasilkan dari tahanan terhadap arus listrik melalui cairan fluk / slag cukup tinggi untuk mencairkan bahan tambahan las dan bahan induk yang dilas tempraturnya mencapai 3500° F atau setara dengan 1925° C

SW (Stud Welding) 
ESW (Electro Slag Welding) adalah las baut pondasi, gunanya untuk menyambung bagian satu konstruksi baja dengan bagian yang terdapat di dalam beton (baut angker) atau “ Shear Connector “

ERW (Electric Resistant Welding)
ERW (Electric Resistant Welding) adalah las tahanan listrik yaitu dengan tahanan yang besar panas yang dihasilkan oleh aliran listrik menjadi semakin tinggi sehingga mencairkan logam yang akan dilas. Contohnya adalah pada pembuatan pipa ERW, pengelasan plat–plat dinding pesawat, atau pada pagar kawat

EBW (Electron Beam Welding) 
EBW (Electron Beam Welding)  adalah las dengan proses pemboman elektron, suatu pengelasan uang pencairannya disebabkan oleh panas.

Jenis Jenis Las Berdasarkan Panas Listrik dan Gas

GMAW (Gas Metal Arch Welding) 
GMAW (Gas Metal Arch Welding) terdiri dari ; MIG (Metal Active Gas) dan MAG (Metal Inert Gas) adalah pengelasan dengan gas nyala yang dihasilkan berasal dari busur nyala listrik, yang dipakai sebagai pencair metal yang di–las dan metal penambah. Sebagai pelindung oksidasi dipakai gas pelindung yang berupa gas kekal (inert) atau CO2. MIG digunakan untuk mengelas besi atau baja, sedangkan gas pelindungnya adalah mengunakan Karbon dioxida CO2. TIG digunakan untuk mengelas logam non besi dan gas pelindungnya menggunakan Helium (He) dan/atau Argon (Ar)

GTAW (Gas Tungsten Arch Welding) atau TIG (Tungsten Inert Gas
GTAW (Gas Tungsten Arch Welding) atau TIG (Tungsten Inert Gas) adalah pengelasn dengan memakai busur nyala dengan tungsten/elektroda yang terbuat dari wolfram, sedangkan bahan penambahnyyadigunakan bahan yang sama atau sejenis dengan material induknya. Untuk mencegah oksidasi, dipakai gas kekal (inert) 99 % Argon (Ar) murni

FCAW (Flux Cored Arch Welding) 
FCAW (Flux Cored Arch Welding) pada hakikatnya hampir sama dengan proses pengelasan GMAW. Gas pelindungnya juga sama-sama menggunakan Karbon dioxida CO2. Biasanya, pada mesin las FCAW ditambah robot yang bertugas untuk menjalankan pengelasan biasa disebut dengan super anemo

PAW (Plasma Arch Welding)
PAW (Plasma Arch Welding) adalah las listrik dengan plasma yang sejenis dengan GTAW hanya pada proses ini gas pelindung menggunakan bahan campuran antara Argon (Ar), Nitrogen (N) dan Hidrogen (H) yang lazim disebut dengan plasma. Plasma adalah gas yang luminous dengan derajat pengantar arus dan kapasitas termis / panas yang tinggi dapat menampung tempratur diatas 5000° C

Jenis Jenis Las Berdasarkan Panas Yang Dihasilkan Campuran Gas

OAW (Oxigen Acetylene Welding) adalah sejenis dengan las karbid / las otogen. Panas yang didapat dari hasil pembakaran gas acetylene (C2H2) dengan zat asam atau Oksigen (O2). Ada juga yang sejenis las ini dan memakai gas propane (C3H8) sebagai ganti acetylene. Ada pula yang memakai bahan pemanas yang terdiri dari campuran gas hidrogen (H) dan zat asam (O2) yang disebit OHW (Oxy Hidrogen Welding)

Jenis Jenis Las Berdasarkan Ledakan dan reaksi isotermis

EXW (Explosion Welding) adalah las yang sumber panasnya didapatkan dengan meledakkan amunisi yang dipasang pada suatu mold/cetakan pada bagian tersebut dan mengisi cetakan yang tersedia. Cara ini sangat praktis untuk menyambung kawat baja / wire rope, slenk. 

Cara pelaksanaannya adalah ujung-ujung tambang kawat dimasukkan ke dalam mold yang telah terisi amunisi selanjutnya serbuk ledak tersebut dinyalakan dengan pemantik api, maka terjadilah reaksi kimia eksotermis yang sangat cepat sehingga menghasilkan suhu yang sangat tinggi sehingga terjadilah ledakan. Ledakan tersebut mencairkan kedua ujung kawat baja yang terdapat didalam mold tadi, sehingga cairan metal terpadu dan mengisi ruangan yang tersedia didalam mold.

Sumber Macam Macam Proses dan Jenis Jenis Pengelasan

Monday, November 21, 2016

Bangunan Pantai dan Bangunan Lepas Pantai

Bangunan laut adalah bangunan atau Konstruksi adalah lingkungan buatan (built environment) yang berfungsi untuk :

1. wadah atau tempat kegiatan manusia
2. untuk mengatasi/mengendalikan kendala alam
3. memanfaatkan potensi alam.

Maka Bangunan Laut adalah Bangunan atau lingkungan buatan (built environment) yang berada di Laut.

Jenis - Jenis Bangunan Laut
1. Bangunan Pelindung Pantai
2. Bangunan Lepas Pantai
3. Pelabuhan

Bangunan Pantai
Bangunan pantai digunakan untuk melindungi pantai terhadap kerusakan karena serangan gelombang dan arus. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi pantai yaitu :
1.     Memperkuat pantai atau melindungi pantai agar mampu menahan kerusakan karena serangan gelombang
2.     Mengubah laju transpor sedimen sepanjang pantai
3.     Mengurangi energi gelombang yang sampai ke pantai

Contoh Bangunan Pantai :


Sea Wall
Seawall adalah struktur vertikal yang biasanya berukuran massive dan dibuat vertikal sejajar dengan pantai. Berfungsi sebagai pelindung/penahan terhadap kekuatan gelombang. 



Jenis-Jenis Sea Wall :
·         Curved Sea Wall
Curved Seawall biasanya berbentuk struktur besar dan dibuat dengan campuran beton. Curved Seawall memiliki bentuk kurva cekung yang dirancang untuk membelokkan energi gelombang yang datang ke arah atas dan menjauh dari bagian bawah seawall, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi gerusan di dasar dinding. 


·         Gravity Sea Wall
Gravity Seawall merupakan konstruksi yang bergantung pada berat bahan material yang menyusunnya untuk memberikan stabilitas terhadap gaya gelombang yang datang. Konstruksi ini membutuhkan tanah fondasi yang kuat untuk mendukung gaya berat konstruksi secara memadai. Gravity Seawall dalam menahan gelombang bergantung pada kekuatan geser sepanjang dasar struktur untuk mendukung beban yang diterapkan.

·         Steel Sheet Pile Sea Wall
Steel Sheet Pile Seawall merupakan jenis seawall yang menggunakan baja lembaran yang ditancapkan ke dalam tanah. Seawall jenis ini biasanya digunakan di daerah yang intensitas gelombangnya relatif kecil. 


·         Concrete Block and Rock Walls
Concrete Block and Rock Walls dibangun dari blok-blok beton dan batu-batu yang dipasang di lereng buatan manusia. Konstruksi ini biasanya memiliki biaya operasi yang lebih rendah dari seawall jenis lainnya dan memiliki usia layan yang tidak lama. Bentuk lereng yang landai akan menghilangkan kekuatan gelombang sedangkan batu-batu yang telah disusun akan menyerap energi gelombang dan membagi gelombang utama yang datang menjadi gelombang yang lebih kecil.


Groins
Groin adalah struktur pengaman pantai yang dibangun menjorok tegak lurus terhadap arah pantai. Bahan konstruksinya umumnya kayu, baja, beton (pipa beton), dan batu. Pemasangan groin menginterupsi aliran arus pantai sehingga pasir terperangkap pada “upcurrent side,” sedangkan pada “downcurrent side” terjadi erosi, karena pergerakan arus pantai yang berlanjut .


Perlindungan pantai dengan menggunakan groin biasanya dilakukan dengan membuat suatu seri bangunan yang terdiri dari beberapa groin yang ditempatkan dengan jarak tertentu. Hal ini dimaksudkan agar perubahan garis pantai tidak terlalu signifikan.




Jetty and Piers
Jetty adalah bangunan tegak lurus pantai yang diletakan di kedua sisi muara sungai yang berfungsi untuk mengurangi pendangkalan alur oleh sedimen pantai. 
Sedangkan piers merupakan sebuah struktur yang terdiri dari tiang-tiang pancang yang menyangga dek kayu atau baja diatasnya yang biasa digunakan sebagai akses pejalan kaki, memancing, dan penelitian. Piers biasanya digolongkan termasuk ke dalam Jetty.




Bulkhead
Bulkhead adalah dinding penahan vertikal untuk menahan atau mencegah tanah untuk bergeser. Tujuan utama dari dibuatnya konstruksi bulkhead adalah untuk mengurangi erosi tanah yang terbawa ke laut, bukan untuk mengurangi banjir pantai atau kerusakan akibat gelombang. Bulkhead dibangun dengan cara mengikis tebing tanah namun menyisakan bagian dasar tanah dan meningkatkan stabilitas tanah dengan melindungi bagian dasar tanah tersebut. Bulkhead dapat dibuat dari material batu, kayu, blok beton, atau unit armorstone.




>Break Water

Breakwater atau dalam hal ini pemecah gelombang lepas pantai adalah bangunan yang dibuat sejajar pantai dan berada pada jarak tertentu dari garis pantai. Pemecah gelombang dibangun sebagai salah satu bentuk perlindungan pantai terhadap erosi dengan menghancurkan energi gelombang sebelum sampai ke pantai, sehingga terjadi endapan dibelakang bangunan. Endapan ini dapat menghalangi transport sedimen sepanjang pantai.



Breakwater atau pemecah gelombang dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
·         Attached Breakwater
Tipe ini banyak digunakan pada perlindungan perairan pelabuhan

Tipe ini yang berhubungan langsung dengan pantai atau daratan


·         Detached Breakwater
Tipe ini untuk perlindungan pantai terhadap erosi.

Tipe ini yang tidak berhubungan dengan garis pantai dan dibuat sejajar pantai dan berada pada jarak tertentu dari garis pantai.


> Revetments
Revetments adalah sebuah permukaan penutup yang terdiri dari material tahan erosi dan ditempatkan langsung pada sebuah lereng atau tanggul untuk melindungi dari gelombang dan arus yang kuat. Konstruksi ini biasanya dibangun untuk menjaga bentuk garis pantai dan melindungi lereng. Revetments dibangun menggunakan armorstone atau rip-rap stone disesuaikan dengan besarnya energi gelombang yang bekerja pada lingkungan tersebut. Dalam konstruksi revetments ini juga digunakan geotextile sebagai underlayer. Penggunaan geotextile bertujuan melindungi bagian bawah konstruksi agar tidak terkontaminasi oleh tanah dari dasar laut atau material-material yang tidak diinginkan lainnya.


Bangunan Lepas Pantai
Bangunan / Anjungan lepas pantai (Offshore Platform/Offshore Rig) adalah struktur atau bangunan yang di bangun di lepas pantai untuk mendukung proses eksplorasi atau eksploitasi bahan tambang maupun mineral alam.

Fungsi utama dari bangunan lepas pantai adalah untuk eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi. Adapun faktor lingkungan laut yang berpengaruh untuk rancangan struktur bangunan laut terdiri dari kedalaman perairan, angin, gelombang, arus, kondisi dasar laut, penggerusan dan tektonik (gempa bumi).


Contoh bangunan lepas pantai :




> Jacket
Jacket dikembangkan untuk operasi di laut dangkal dan laut sedang yang dasarnya tebal, lunak, dan berlumpur. Proses konstruksi pada struktur jenis jacket adalah jacket ditempatkan di posisi yang diinginkan, kemudian pile dimasukkan melalui kaki bangunan dan dipancang menggunakan hammer sampai menembus lapisan tanah keras. Kemudian deck dipasang di atasnya dan dilas.



> Tower
Pada umumnya tower memiliki daya apung (self-buoyant) karena jacket tidak dapat menyokong beban yang terlalu berat. Deck dipasang dan dilas di atas tower. Struktur jenis ini dipasang di Laut Utara dengan kedalaman sekitar 160 meter dan struktur bajanya mempunyai berat sekitar 40.000 metrik tonner.


> Submersible
Didesain untuk eksplorasi dan produksi. Berupa struktur terapung, diikat dan di tambat (moored) di site. Mempunyai kolom vertikal besar yang berfungsi untuk menopang beban platform/deck dan terhubung dengan ponton besar yang berfungsi sebagai ballasting. Struktur ini dapat digunakan pada kedalaman 90-1000 meter.



> Caissons
Caissons merupakan platform kecil dengan deck kecil yang dibutuhkan untuk operasi di laut dangkal (tidak lebih dari 60m) dengan kandungan minyak yang tidak banyak. Pada pemasangan konstruksinya, pile dipancang sampai kedalaman yang cukup untuk menyokong deck kecil.





> Jack Up Structure
Pembuatan Jack Up lebih menekankan kepada mobilitas dan eksplorasi pengeboran. Karena bentuknya yang mirip dengan leg-barge, rig dapat berdiri langsung di atas sumur dan spud can turun ke dasar laut dan mengangkat platform di atas badan air.


Tension Leg Platform (TLP)
Didesain untuk produksi. Berupa semisubmersible/struktur terapung tetapi diikat oleh vertikal pipe / cable pada dasar laut yang tetap bertegangan akibat efek buoy dari ponton platform.


> Concrete Gravity Platform
Platform jenis ini dipasang apabila tanah keras di dasar laut tidak jauh dari permukaan lumpur. Pondasi struktur dibuat berbentuk lingkaran dan terbuat dari beton. Pondasi yang berat ini menyokong beberapa tower yang kemudian menyokong deck baja.





Pelabuhan
Pelabuhan adalah wilayah yang terdiri atas daratan dan perairan dengan batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintah dan kegiatan ekonomi yang di pergunakan sebagai tempat bersandar, berlabuh, naik-turunnya penumpang dan atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda


Jenis-jenis pelabuhan berdasarkan alamnya :
·         Pelabuhan terbuka
Kapal dapat merapat langsung tanpa bantuan pintu air,umumnya berupa pelabuhan yang bersifat tradisional.
·         Pelabuhan Tertutup

Kapal masuk harus melalui pintu air seperti dapat kita temui di Liverpool, Inggris dan terusan Panama.


Jenis-jenis pelabuhan berdasarkan pelayanannya :
·         Pelabuhan Umum
Diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat yang secara teknis dikelola oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP).
·         Pelabuhan Khusus
Dikelola untuk kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu, baik instansi pemerintah, seperti TNI AL dan Pemda Dati I/Dati II, maupun badan usaha swasta seperti, pelabuhan khusus PT BOGASARI yang digunakan untuk bongkar muat tepung terigu.



Jenis-jenis pelabuhan berdasarkan penggunaan :

·         Pelabuhan Perikanan
Pelabuhan perikanan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnyadengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintah dan kegiatan sistem bisnis perikananyang digunakan sebagai tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh dan/atau bongkar-muat ikan yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra- dan antarmoda transportasi.


Pelabuhan ini tidak memerlukan kedalaman air yang besar, krn kapal-kapal motor yang digunakan utk menangkap ikan tdk besar. Biasanya pelabuhan ini dibuat di sekitar daerah perkampungan nelayan. Pelabuhan ini hrs dilengkapi dgn pasar lelang, pabrik/gudang es, persediaan bbm dan juga tempat cukup luas utk perawatan alat-alat penangkap ikan.



·         Pelabuhan Perminyakan
Pelabuhan minyak adalah sutu pelabuhan yang direncanakan khusus untuk muatan bahan cair yang disalurkan melaului pipa-pipa untuk mencapai ke kapal. 


Tipe pelabuhan ini biasanya digunakan tipe jetty dan memerlukan moring dholpin serta rumah pompa untuk keperluan pemindahan muatan cair dan dilengkapi dengan instansi perpipaan untuk keperluan tersebut. Konstruksi dermaga/pelabuhan minyak dapat dibuat dari konstruksi beton, kayu atau pipa baja.



·         Pelabuhan Penumpang
Pelabuhan penumpang tidak banyak berbeda dengan pelabuhan barang. Tetapi pada pelabuhan penumpang dibangun stasiun penumpang yang melayani segala kegiatan yang berhubungan dgn kebutuhan orang yang bepergian, seperti kantor imigrasi, duane, keamanan, direksi pelabuhan, maskapai penerbangan, dll.




·         Pelabuhan Barang
Pelabuhan barang adalah suatu pelabuhan yang direncanakan khusus untuk keperluan bongkar muat barang dan di lengkapi dengan gudang penyimpanan barang serta Crane untuk memindahkan barang kekapal. Biasanya tipe ini adalah tipe dermaga Jetty. Konstruksi beton, kayu atau konstruksi baja. Pelabuhan ini dapat berada di pantai atau estuari dari sungai besar. Daerah perairan pelabuhan harus cukup tenang sehingga memudahkan bongkar muat barang.



·         Pelabuhan Campuran
Pada umumnya pencampuran pemakaian ini terbatas utk penumpang dan barang, sedangkan utk keperluan minyak dan ikan biasanya tetap terpisah.

sumber : https://prezi.com/hamr427jveyd/bangunan-laut/