Tuesday, December 6, 2016

Analisis Material Kantor Kecamatan Coblong

Halo, Kenalkan lagi saya Fayed. Saya mahasiswa Teknik Kelautan ITB. Saya tinggal di kos di jalan Cisitu Baru. Bagi para mahasiswa/i yang tinggal di sekitaran Cisitu, pasti sudah tidak asing lagi jika mendengar kantor kecamatan Coblong. Bangunan yang memiliki khas Bandung saat kolonial Bandung ini dibangun sedimikian rupa bagusnya. Dalam artikel ini saya akan membahas beberapa elemen dari bangunan ini.


Dalam proses pembuatan kantor Kecamatan Coblong ini digunakan beberapa  material kontruksi  beserta persentase material yang digunakan  berdasarkan beratnya  yaitu diantaranya sebagai berikut:

1. Beton 18%
2. Beton bertulang 10%
3. Bata 30%
4. Kayu 25%
5. Semen 15%
6. Bahan lain (papan gypsum, dll) 2%

Setelah mengetahui material konstruksi apa saja yang digunakan pada pembuatan kantor Kecamatan Coblong, saya akan menjelaskan lebih lanjut mengenai jendela kayu dan struktur utama bangunan ini; bata.


Proses Pembuatan Bata

Batu bata adalah sebuah gumpalan batu yang dibuat dari campuran tanah liat dan tanah abu yang dibakar dan dibentuk seperti balok sebagai bahan pokok membuat suatu bangunan atau konstruksi.


Komposisi batu bata


  • Tanah liat
  • Tanah abu
  • Air
  • Dengan perbandingan tanah 3:1
1. Pembuatan batu bata dengan mesin
  • Pengolahan tanah (pencetakan)
          1. Hidupkan mesin bata
          2. Campur tanah liat dan tanah abu dengan perbandingan 3:1
          3. Masukkan ke dalam mesin pengolah (mesin penggiling tanah)
          4. Setelah beberapa menit proses, tanah yang telah diolah akan keluar otomatis dari mulut                       mesin ke mesin terakir yatu tempat pencetakan bata
          5. Setelah tanah keluar dari celah, gerakkan batang pencetak ke belakang(penarik mesin). Bata               yang masih basah akan tercetak dan terpotong
  • Pengeringan bata
          1. Keringkan di tempat yang tidak terlalu terkena sinar matahari
          2. Gunakan gubuk sebagai peneduh, agar bata terhindar dari hujan
          3. Keringkan selama 1 minggu
  • Pembakaran bata
          1. Masukkan bata ke tempat pembakaran
          2. Ttumpukkan gabah padi ke tungku pembakaran kemudian lakukan proses pembakaran
          3. Pembakaran akan selesai selama 5-8 hari tergantung besar api yang diguakan
  • Pendinginan bata
          Setelah proses pembakaran selesai, lakukan proses pendinginan selama 1 minggu


2. Pembuatan batu bata dengan cara manual/tradisional
  • Sediakan alat dan bahan yang akan digunakan
          - Cangkul
          - 2 ekor kerbau
          - Meja
          - Cetakan bata
          - Tanah liat
          - Abu padi

  • Proses pengolahan tanah
          Cangkul tanah yang akan di ambil tanahnya hingga membentuk sebuah lingkaran. Kemudian               masukkan 2 ekor kerbau kedalam lubang dan biarkan menginjak lubang hingga benar benar                 lunak. Lakukan selama 2 hari


  • Proses pencetakan bata
          Setelah proses pengolahan tanah selesai, angkat tanah ke atas meja pencetak. Taburi cetakan               dengan abu agar cetakan tidak lengket. Letakkan tanah ke cetakan kemudian pukul hingga                   padat. Angkat cetakan hingga bata keluar dari cetakan         
  • Proses pengeringan bata
          Proses pengeringan bata diusahakan tidak di tempat yang terlalu terkena sinar matahari yang               akan berpengaruh pada kualitas bata. keringkan selama 1 minggu
  • Proses pembakaran bata
          Sama seperti menggunakan mesin. Membutuhkan waktu 5-8 hari.   
  • Proses pendinginan bata
          Disusun di tempat teduh. dan dinginkan selama 1 minggu.


Cara Membuat Kusen Pintu/Jendela Menggunakan Kayu

Pentingnya sebuah kusen membuat usaha dalam membuat sebuah kusen maju pesat, makanya banyak orang belajar bagaimana cara yang baik untuk membuat kusen kayu untuk rumah. Untuk mempelajarinya sangatlah mudah dan kami akan berbagi ilmu dalam Cara Membuat Kusen Pintu/Jendela Menggunakan Kayu, tak perlu lama-lama kita langsung saja.
Pertama-tama kita persiapkan alat pertukangan yang terdiri dari :


  1.  Gergaji mesin maupun manual untuk memotong bahan
  2.  Mesin Serut untuk meratakan kayu dan membuat sekonengan
  3.  Palu besar dan kecil, untuk menanamkan paku
  4.  Prusut,
  5.  Meteran
  6.  Mesin bor
  7.  Pahat besar dan kecil
  8.  Siku 
  9.  Sketsa gambar pada kusen yang akan di buat
  10. Mesin profil
Yang kadua tahapan membuat komponen pada kusen, untuk ukuran standar kayu pada kusen 6 x 12 dan bisa lebih sedangkan panjangnya menyesuikan dengan bentuk rumah.
- setelah kita melihat sketsa dan ukuran gambar maka langkah selanjutnya memotong komponen sesui dengan ukuran kusen yang akan di buat dengan menggunakan mesin gergaji. untuk potongan bagian atas anda bisa pakai rumus seperti berikut 5+tebal kusen+ ukuran lubang kusen+ tebal kusen+5 dan untuk bagian samping kusen bisa menambahkan 6 cm untuk purusan pada kusen.


- selanjutnya serut kayu tersebut dengan menggunakan mesin serut dan di siku tiap-tiap sisi kayu agar berbentuk persegi dan untuk menyamakan ukuran lebar dan tebal kayu bisa dengan menggunakan prusut.


- Bila semuanya sudah maka langkah selanjutnya membuat garis menyiku dengan siku sesuidengan mata profilannya, karna ini di gunakan untuk prostekannya ( yaitu garis miring dengan kemiringan 45derajat)

- Kemudian Profil pada salah satu sisinya dengan menggunakan mesin profil sesui selera karna mata profil ada yang cekung dan cembung.


- Kemudian membuat sekonengan pada kusen tersebut dengan kedalaman di samakan dengan tebal pada profilannya dengan menggunakan mesin serut atau mesin gergaji tergantung anda. terlebih dahulu di prusut untuk menyamakan ketebalannya. untuk kusen jendela lebar sekonengan 3 cm dan untuk pintu 4 cm.

- Membuat purusan pada kusen yang berada pada samping dan lubang purusan pada bagian atas kusen. dengan menggunakan pahat.


Yang ketiga tahapan perakitan,
- Rakit semua komponen yang telah di buat satu persatu dengan menggunakan lem dan di tanamkan paku ukuran 10 cm, lalu gergaji pada sisa kusen bagian atas dengan kedalaman 2cm trus di pahat untuk di buat kupingan dan sebagai penguat saat di pasang pada dinding.


- Bila semua sudah terpasang dengan benar langkah selanjutnya tinggal mengamplas pada permukaan kusen sampai halus dan rata dengan menggunakan mesin atau dengan manual.


- Pasang siku-siku pada kusen untuk menjaga agar tetap siku sampai waktu pemasangan pada dinding,
- Juga tak lupa memberikan kayu pada pangkal kusen supaya ukuran kusen tidak berubah dan tetap akurat.

Sumber :
http://mesinbatakita.blogspot.co.id/2015/06/mesin-cetak-bata-merah-otomatis-Berkah-Tekhnik.html
http://www.rumahtukangkayu.com/2016/02/cara-membuat-kusen-pintujendela.html

No comments:

Post a Comment