20 Oktober 2016
Praktikum Pekan-3 Bahan Bangunan Laut
Oleh Kelompok 2
Rancangan Campuran Beton
Penetapan Variabel Perencanaan
1.
|
Kategori jenis struktur
|
Dinding & Balok
|
2.
|
Rencana slump
|
9 cm
|
3.
|
Rencana kuat tekan beton
|
175 kg/cm2
|
4.
|
Modulus kehalusan agregat halus
|
3,832
|
5.
|
Ukuran maksimum agregat kasar
|
2,5 cm
|
6.
|
Specific gravity agregat kasar kondisi SSD
|
2,4662
|
7.
|
Specific gravity agregat halus kondisi SSD
|
2, 3415
|
8.
|
Berat volume/isi agregat kasar
|
1544,9 kg/m3
|
Perhitungan Komposisi Unsur Beton
Perhitungan Komposisi Unsur Beton
| ||||
9.
|
Rencana air adukan untuk 1m3beton
|
190 kg
| ||
10.
|
Presentase udara yang terperangkap
|
1,5 %
| ||
11.
12.
|
W/C Ratio
W/C Ratio Maksimum
|
0,662
0,68
| ||
13.
|
Berat semen yang diperlukan
|
[9] / [12]
|
287,009 kg
| |
14.
|
Volume agregat kasar yang diperlukan per m3 beton
|
53,32%
| ||
15.
|
Berat agregat kasar yang diperlukan
|
[14] X [8]
|
823 kg/
| |
16.
|
Volume semen
|
0,001 X [13] / 3,15
|
0,0911 m3
| |
17.
|
Volume air
|
0,001 X [9]
|
0,19 m3
| |
18.
|
Volume agregat kasar
|
0,001 X [15] / [6]
|
0,351 m3
| |
19.
|
Volume udara
|
[10]
|
0,015 m3
| |
20.
|
Volume agregat halus per m3beton
|
1- [(16)+(17)+(18)+(19)]
|
0,3529 m3
| |
Komposisi Berat Unsur Adukan / m3 Beton
21.
|
Semen
|
[13]
|
287,009 kg
|
22.
|
Air
|
[9]
|
190 kg
|
23.
|
Agregat kasar kondisi SSD
|
[15]
|
823 kg
|
24.
|
Agregat halus kondisi SSD
|
[20] X [7] X 1000
|
870,32 kg
|
25.
|
Faktor semen
|
[21] / 50 (1 zak = 50 kg)
|
5,74 zak/
|
Komposisi Jumlah Air dan Berat Unsur untuk Perencanaan Lapangan
26.
|
Kadar air asli / kelembapan agregat kasar : mk
|
mk
|
6,97 %
|
27.
|
Penyerapan air kondisi SSD agregat kasar : ak
|
ak
|
7,8625 %
|
28.
|
Kadar air asli / kelembapan aggregat halus : mh
|
mh
|
10,95 %
|
29.
|
Penyerapan air kondisi SSD agregat halus : ah
|
Ah
|
5,04 %
|
30.
|
Tambahan air adukan dari kondisi agregat kasar
|
[23]x([ak-mk]/[1-mk])
|
6,866 kg
|
31.
|
Tambahan agregat kasar untuk kondisi lapangan
|
[23]x([mk-ak]/[1-mk])
|
16,076 kg
|
32.
|
Tambahan air adukan dari kondisi agregat halus
|
[24]x([ah-mh]/[1-mh])
|
-48,084 kg
|
33.
|
Tambahan agregat halus untuk kondisi lapangan
|
[24]x([mh-ah]/[1-mh])
|
-118,584 kg
|
Komposisi Campuran Beton Kondisi Lapangan
Kapasitas mesin molen = 0.03 m3
| |||
34.
|
Semen
|
[13]
|
287,009 kg
|
35.
|
Air
|
[22]+[30]+[32]
|
148,782 kg
|
36.
|
Agregat kasar kondisi lapangan
|
[23]+[31]
|
839,676 kg
|
37.
|
Agregat halus kondisi lapangan
|
[24]+[33]
|
822,236 kg
|
Komposisi Unsur Campuran Beton / Kapasitas Mesin Molen 0,03 M
38.
|
Semen
|
10,49 kg
|
39.
|
Air
|
5,44 kg
|
40.
|
Agregat kasar kondisi lapangan
|
30,71 kg
|
41.
|
Agregat halus kondisi lapangan
|
30,07 kg
|
Data-Data Setelah Pengadukan
42.
|
Sisa air campuran [jika ada]
|
450 mL
|
43.
|
Tambahan air selama pengadukan [jika ada]
|
1,5 kg
|
44.
|
Jumlah air sesungguhnya yang digunakan
|
6,49 kg
|
45.
|
Nilai SLUMP hasil pengukuran
|
80 mm
|
46.
|
Berat isi beton basah waktu pelaksanaan
|
-
|
Trial Mix
Alat
Alat
- Bekisting
- Mesin Molen
- Vibrator
- Timbangan
- Agregat kasar
- Agregat halus
- Semen
- Air
Prosedur
- Ambil agregat halus dan agregat kasar sesuai dengan berat yang sudah di tentukan. Jangan lupa untuk mengayaknya terlebih dahulu untuk agregat kasar untuk memisahkan agregat halus
- Timbang agregat halus dan kasar
- Ambil semen dengan berat yang sudah ditentukan kemudian timbang
- Ambil air sesuai volume yang telah ditentukan
- Lapisi permukaan bekisting bagian dalam menggunakan oli/pelumas agar campuran beton tidak menempel dan mempermudah mengeluarkan cetakan beton
- Masukkan semua material dengan urutan air diakhir kedalam mixer
- Uji slump dari adonan beton yang sudah jadi, jika sudah sesuai lanjutkan ke tahap berikutnya
- Masukkan adonan beton kedalam suatu wadah
- Pindahkan adonan kedalam bekisting sambil diaduk dengan alat yang sudah diberikan
- Lepas beton dari bekisting setelah 1 hari
- Lakukan proses curing yaitu memasukkan beton ke dalam air selama 7-28 hari
Curing
Tujuan
Membantu berlangsungnya reaksi kimia yang terjadi antara senyawa pembentuk beton
Membantu berlangsungnya reaksi kimia yang terjadi antara senyawa pembentuk beton
Alat dan Benda Uji
Alat
Alat
- Ruangan lembab dengan kelembaban relatif tidak kurang dari 95%
- Bak yang diisi air kapur jenuh untuk curing
Benda Uji
Beton Silinder
Prosedur
- Letakkan benda uji dalam ruangan lembab atau dengan perendaman di dalam air kapur.
No comments:
Post a Comment