Tuesday, December 6, 2016

Laporan Praktikum Pekan ke-3 - Rancangan Campuran Beton, Trial Mix dan Curing

20 Oktober 2016
Praktikum Pekan-3 Bahan Bangunan Laut

Oleh Kelompok 2

Rancangan Campuran Beton
Penetapan Variabel Perencanaan


1.
Kategori jenis struktur 
Dinding & Balok
2.
Rencana slump
9 cm
3.
Rencana kuat tekan beton
175 kg/cm2
4.
Modulus kehalusan agregat halus
3,832
5.
Ukuran maksimum agregat kasar 
2,5 cm
6.
Specific gravity agregat kasar kondisi SSD
2,4662
7.
Specific gravity agregat halus kondisi SSD
2, 3415
8.
Berat volume/isi agregat kasar
1544,9 kg/m3

Perhitungan Komposisi Unsur Beton


Perhitungan Komposisi Unsur Beton
9.
Rencana air adukan untuk 1m3beton 

190 kg
10.
Presentase udara yang terperangkap 

1,5 %
11.
12.
W/C Ratio
W/C Ratio Maksimum

0,662
0,68
13.
Berat semen yang diperlukan
[9] / [12]
287,009 kg
14.
Volume agregat kasar yang diperlukan per m3 beton 

53,32%
15.
Berat agregat kasar yang diperlukan
[14] X [8]
823 kg/mbeton
16.
Volume semen
0,001 X [13] / 3,15
0,0911 m3
17.
Volume air 
0,001 X [9]
0,19 m3
18.
Volume agregat kasar
0,001 X [15] / [6]
0,351 m3
19.
Volume udara
[10]
0,015 m3
20.
Volume agregat halus per m3beton
1- [(16)+(17)+(18)+(19)]
0,3529 m3

Komposisi Berat Unsur Adukan / mBeton 

21.
Semen
[13]
287,009 kg
22.
Air
[9]
190 kg
23.
Agregat kasar kondisi SSD
[15]
823 kg
24.
Agregat halus kondisi SSD
[20] X [7] X 1000
870,32 kg
25.
Faktor semen
[21] / 50 (1 zak = 50 kg)
5,74 zak/mbeton

Komposisi Jumlah Air dan Berat Unsur untuk Perencanaan Lapangan


26.
Kadar air asli / kelembapan agregat kasar : mk
mk
6,97 %
27.
Penyerapan air kondisi SSD agregat kasar : ak
ak
7,8625 %
28.
Kadar air asli / kelembapan aggregat halus : mh
mh
10,95 %
29.
Penyerapan air kondisi SSD agregat halus : ah
Ah
5,04 %
30.
Tambahan air adukan dari kondisi agregat kasar
[23]x([ak-mk]/[1-mk])
6,866 kg
31.
Tambahan agregat kasar untuk kondisi lapangan
[23]x([mk-ak]/[1-mk])
16,076 kg
32.
Tambahan air adukan dari kondisi agregat halus
[24]x([ah-mh]/[1-mh])
-48,084 kg
33.
Tambahan agregat halus untuk kondisi lapangan
[24]x([mh-ah]/[1-mh])
-118,584 kg

Komposisi Campuran Beton Kondisi Lapangan


Kapasitas mesin molen = 0.03 m3
34.
Semen
[13]
287,009 kg
35.
Air
[22]+[30]+[32]
148,782 kg
36.
Agregat kasar kondisi lapangan
[23]+[31]
839,676 kg
37.
Agregat halus kondisi lapangan
[24]+[33]
822,236 kg

Komposisi Unsur Campuran Beton / Kapasitas Mesin Molen 0,03 M


38.
Semen
10,49 kg
39.
Air
5,44 kg
40.
Agregat kasar kondisi lapangan
30,71 kg
41.
Agregat halus kondisi lapangan
30,07 kg

Data-Data Setelah Pengadukan 


42.
Sisa air campuran [jika ada]
450 mL
43.
Tambahan air selama pengadukan [jika ada]
1,5 kg
44.
Jumlah air sesungguhnya yang digunakan
6,49 kg
45.
Nilai SLUMP hasil pengukuran
80 mm
46.
Berat isi beton basah waktu pelaksanaan
-

Trial Mix

Alat
  • Bekisting
  • Mesin Molen
  • Vibrator
  • Timbangan
Bahan
  • Agregat kasar
  • Agregat halus
  • Semen 
  • Air
Prosedur
  1. Ambil agregat halus dan agregat kasar sesuai dengan berat yang sudah di tentukan. Jangan lupa untuk mengayaknya terlebih dahulu untuk agregat kasar untuk memisahkan agregat halus
  2. Timbang agregat halus dan kasar
  3. Ambil semen dengan berat yang sudah ditentukan kemudian timbang
  4. Ambil air sesuai volume yang telah ditentukan
  5. Lapisi permukaan bekisting bagian dalam menggunakan oli/pelumas agar campuran beton tidak menempel dan mempermudah mengeluarkan cetakan beton
  6. Masukkan semua material dengan urutan air diakhir kedalam mixer
  7. Uji slump dari adonan beton yang sudah jadi, jika sudah sesuai lanjutkan ke tahap berikutnya
  8.  Masukkan adonan beton kedalam suatu wadah
  9.  Pindahkan adonan kedalam bekisting sambil diaduk dengan alat yang sudah diberikan
  10. Lepas beton dari bekisting setelah 1 hari
  11.  Lakukan proses curing yaitu memasukkan beton ke dalam air selama 7-28 hari
Curing


Tujuan
Membantu berlangsungnya reaksi kimia yang terjadi antara senyawa pembentuk beton

Alat dan Benda Uji
Alat
  • Ruangan lembab dengan kelembaban relatif tidak kurang dari 95%
  • Bak yang diisi air kapur jenuh untuk curing
Benda Uji

Beton Silinder
Prosedur
  1. Letakkan benda uji dalam ruangan lembab atau dengan perendaman di dalam air kapur.

No comments:

Post a Comment